ASAL MULA KAIN KATUN

Kain cotton atau dalam bahasa Indonesia berarti “Kapas” berasal dari sejenis tanaman. Kapas memiliki serbuk sari berwarna merah muda yang akan dipanen setelah berubah menjadi bola-bola kapas. Bola kapas ini yang dipanen dan diolah menjadi benang setelah itu ditenun menjadi kain dan pakaian. serat-serat ini tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan kapas kekuatan kain ini memiliki daya tahan dan daya serap yang baik.

Karena memiliki banyak keistimewaan membuat kain katun selalu menjadi pilihan tidak terkecuali untuk baju anak, dan untuk berbagai kebutuhan lainnya, katun juga bersifat fantastis berasal dari serat alami, tidak mengandung bahan kimia yang memiliki sifat hypo allergenic dan tidak menganggu kulit sensitif penyebab alergi yang sering terjadi pada kulit anak-anak yang masih sensitif. Kelembutan serat kapas sebanding dengan bahan kulit yang dipakai sejak jaman purbakala. Kapas memiliki sifat absurb yang tinggi dan titik jenuh yang tinggi sehingga bisa menyimpan cairan 27 kali dari berat sendiri didalam air (kedap  cairan). Serat kapas akan menjadi lebih kuat pada saat basah.

Kelebihan lain yaitu serat kapas lebih nyaman dipakai karna seratnya berongga seperti ventilasi sehingga kulit bisa bernafas, dengan sifat kain yang seperti itu sangat sesuai jika di gunakan sebagai bahan kaos anak. apalagi apabila di gunakan saat cuaca panas, bahan ini akan membantu anak tidak ke gerahan di banding baju anak jenis lain, karena Kapas merupakan konduktor yang baik , kapas akan mendinginkan pada saat kondisi panas dan akan menghangatkan pada saat kondisi dingin, dengan sifat kain yang seperti itu maka sangat cocok sekali di buat baju anak . Kain katun 100% berasal dari serat tumbuhan alami. Dari kapas ini dihasilkan berbagai jenis kain seperti jersey, canvas, flannel, bludru, couduray, linen, denim dll.

Sejarah Asal Usul Batik Indonesia dan Perkembangannya

Batik Indonesia telah dikenal luas seluruh masyarakat Mancanegara. Peninggalan nenek moyang masyarakat Jawa yang satu ini bahkan sudah dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009 lalu (kini dikenal sebagai Hari Batik Nasional). Bukan hanya oleh orang Jawa, kain batik ternyata kini telah dikenakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Kain batik dianggap sebagai pakaian semi resmi yang cocok dikenakan dalam acara apapun. Bagi Anda yang ingin lebih tahu mengenai asal usul batik Indonesia serta perkembangannya, silakan simak uraian berikut.

Asal Usul Batik
Ditinjau dari sejarah, asal usul batik bermula sejak abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, corak batik ditulis-lukiskan pada daun lotar dan papan rumah adat Jawa. Awalnya, pola atau motif batik hanya didominasi oleh gambar tanaman atau binatang. Para pengrajin corak batik juga masih sangat terbatas jumlahnya. Mereka hanya membuat corak batik sebagai wujud pelampiasan hasrat seni dan keisengan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang.

Asal Usul Batik

Pada perkembangannya, asal usul batik mulai menarik perhatian pembesar kerajaan Majapahit. Motif-motif abstrak, motif candi, awan, wayang beber, dan lain sebagainya mulai dikembangkan pada masa itu. Penulisan batik pun mulai ditujukan pada media yang berbeda. Kain putih atau kain-kain berwarna terang menjadi pilihan utama karena dianggap lebih tahan lama dan bisa digunakan untuk pemanfaatan yang lebih banyak.

Kepopuleran kain batik kian bersinar. Pembesar-pembesar kerajaan Majapahit, Mataram, Demak, dan kerajaan-kerajaan setelahnya, menjadikan kain batik sebagai simbol budaya. Khusus pada masa pengaruh Islam, motif batik yang berwujud binatang ditiadakan. Penggunaan motif ini dianggap menyalahi syariat Islam sehingga tidak diperkenankan kecuali dengan menyamarkannya menggunakan lukisan-lukisan lain.

Terkait dengan teknik pembuatannya, pada masa itu batik tulis merupakan satu-satunya teknik yang digunakan. Dalam proses pengerjaannya, pewarnaan pun masih menggunakan bahan pewarna alami yang dibuat dari sendiri menggunakan tanaman-tanaman seperti daun jati, tinggi, mengkudu, pohon nila, dan soga. Sedangkan untuk bahan sodanya, para pembatik masa itu menggunakan soda abu dan tanah lumpur.

Asal Usul Batik

Penggunaan kain batik yang sebelumnya hanya terbatas di lingkungan keraton, lambat laun mulai dikembangkan oleh rakyat jelata. Hal ini membuat corak batik kian beragam sesuai dengan minat dan jiwa seni para pembuatnya.

Asal usul batik juga tak lepas dari perkembangan teknologi. Pada masa sebelumnya teknik batik tulis menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk membuat motif batik, setelah perang dunia I atau setelah modernisasi kian menjamur, teknik batik cap dan batik printing pun mulai dikenal. Kedua teknik batik ini sendiri dianggap sebagai teknik pembatikan yang sangat efisien dan tidak memakan banyak waktu, meskipun secara kualitas dinilai kurang memiliki nilai estetis.

Asal Usul Batik
Sejarah perkembangan batik tidak hanya berhenti sampai di situ. Di era sekarang, batik bukan hanya dikenal sebagai corak pakaian semata. Berbagai pernik pelengkap penampilan dalam kehidupan sehari-hari seperti tas, sepatu, dasi, hingga helm, juga sudah menggunakan batik sebagai motifnya. Bahkan, pakaian-pakaian sekolah, kedinasan, dan lain sebagainya juga menggunakan motif ini sebagai pilihan utama.

Nah, demikianlah pemaparan sekilas kami mengenai asal usul batik Indonesia dan perkembangannya. Mari kita lestarikan warisan nenek moyang bangsa Indonesia ini dengat terus mengenakannya dan memperkenalkannya pada anak cucu kita. Semoga bermanfaat.

Saving Money while Choosing Important Fixtures

Running a successful business requires that you pay attention to your budget and cash flow. You cannot afford to spend money lavishly on items that you need for your everyday operations. When you need fixtures like cabinets, tables, and more for your store or office, you can get what you need by choosing money-saving options like discounted fixtures, used office furniture, or closeout items for sale from local retailers. By opting for these items instead of brand new and more expensive choices, you can save money, get what you need to keep your business operational, and keep more money in your budget.

Finding Out What is Available

When it comes to buying used furnishings, you may know that what is available to you today may not be available to you tomorrow. Used furniture dealers have a revolving array of items for sale at any given time because they do not typically keep a set inventory on hand. They rely on what they can get from businesses and organizations that either sell or donate their furniture to them.

When you are on the lookout for a specific item, you may find it best to search the website to find out what inventory is available to you today. The website is updated regularly so that you know what the company has on hand to sell. You can keep checking every day until you find what is for which you are looking.

Quality

You may wonder if the fixtures and furnishings that you can buy today offer the performance and quality you want when selecting items for your business. The company is careful in it selection of items for sale. It does not sell furniture that would not be an asset to you.

You can get a preview of the items for sale before you buy them by exploring the current and recently installed inventory online. The website contains descriptions of what is for sale right now so that you know what quality of furnishings you are purchasing for your own business.

You may not have a lot of money to spend buying furniture for your business. You need to keep enough money in your budget and cash flow to survive. Rather than forfeit essential fixtures that you need or spend too much, you can shop for gently used fixtures like chairs, cabinets, and more on the Internet today.

Asal Usul dan Sejarah Blangkon

Blangkon adalah tutup kepala yang digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional jawa. Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik. Tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan asal mula pria jawa memakai ikat kepala atau penutup kepala ini.

Pada masyarakat jawa jaman dahulu, memang ada satu cerita Legenda tentang Aji Soko. Dalam cerita ini, keberadaan iket kepala pun telah disebut, yaitu saat Aji Soko berhasil mengalahkan Dewata Cengkar, seorang raksasa penguasa tanah Jawa, hanya dengan menggelar sejenis sorban yang dapat menutup seluruh tanah Jawa. Padahal seperti kita ketahui , Aji Soko kemudian dikenal sebagai pencipta dan perumus permulaan tahun Jawa yang dimulai pada 1941 tahun yang lalu.

Ada sejumlah teori yang menyatakan bahwa pemakaian blangkon merupakan pengaruh dari, budaya Hindu dan Islam yang diserap oleh orang Jawa. Menurut para ahli, orang Islam yang masuk ke Jawa terdiri dari dua etnis yaitu keturuan cina dari Daratan Tiongkok dan para pedagang Gujarat. Para pedagang Gujarat ini adalah orang keturunan Arab, mereka selalu mengenakan sorban, yaitu kain panjang dan lebar yang diikatkan di kepala mereka. Sorban inilah yang meng-inspirasi orang jawa untuk memakai iket kepala seperti halnya orang keturunan arab tersebut.

Ada teori lain yang berasal dari para sesepuh yang mengatakan bahwa pada jaman dahulu, iket kepala tidaklah permanen seperti sorban yang senantiasa diikatkan pada kepala. Tetapi dengan adanya masa krisis ekonomi akibat perang, kain menjadi satu barang yang sulit didapat. Oleh sebab itu , para petinggi keraton meminta seniman untuk menciptakan ikat kepala yang menggunakan separoh dari biasanya untuk efisiensi Maka terciptalah bentuk penutup kepala yang permanen dengan kain yang lebih hemat yang disebut blangkon.

Pada jaman dahulu, blangkon memang hanya dapat dibuat oleh para seniman ahli dengan pakem (aturan) yang baku. Semakin memenuhi pakem yang ditetapkan, maka blangkon tersebut akan semakin tinggi nilainya. Seorang ahli kebudayaan bernama Becker pernah meneliti tata cara pembuatan Blangkon ini, ternyata pembuatan blangkon memerlukan satu keahlian yang disebut “virtuso skill”. Menurut nya : “That an object is useful, that it required virtuso skill to make –neither of these precludes it from also thought beatiful. Some craft generete from within their own tradition a feeling for beauty and with it appropriete aesthetic standards and common of taste”.

Penilaian mengenai keindahan blangkon, selain dari pemenuhan terhadap pakem juga tergantung sejauh mana seseorang mengerti akan standard cita rasa serta ketentuan- ketentuan yang sudah menjadi standar sosial. Pakem yang berlaku untuk blangkon, ternyata bukan hanya harus dipatuhi oleh pembuatnya, tetapi juga oleh para penggunanya. Seperti yang diungkapkan oleh Becker sebagai berikut: “By accepting beauty as a criterion, participants in craft activities on a concern characteristic of the folk definition of art. That definition includes an emphasis on beauty as typified in the tradition of some particular art, on the traditions and conserns of the art world itself as the source of value, on expression of someone’s thoughts and feelings, and on the relative freedom of artist from outside interference with the work”.

Blangkon pada prinsipnya terbuat dari kain iket atau udeng berbentuk persegi empat bujur sangkar. Ukurannya kira-kira selebar 105 cm x 105 cm. Yang dipergunakan sebenarnya hanya separoh kain tersebut. Ukuran blangkon diambil dari jarak antara garis lintang dari telinga kanan dan kiri melalui dahi dan melaui atas. Pada umumnya bernomor 48 paling kecil dan 59 paling besar. Blangkon terdiri dari beberapa tipe yaitu : Menggunakan mondholan, yaitu tonjolan pada bagian belakang blangkon yang berbentuk seperti Onde-onde. Blangkon ini disebut sebagai blangkon gaya Yogyakarta. Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.

Blangkon iku sajinis panutup sirah kanggo wong priya sing kagawé saka bahan kain bathik utawa lurik. Blangkon sejatiné wujud modhèrn lan praktis saka iket. Ing busana tradhisional adat Jawa lan adat Sundha blangkon dianggo minangka pasangan karo busana beskap. (wikipedia)

Model trepes, yang disebut dengan gaya Surakarta. Gaya ini merupakan modifikasi dari gaya Yogyakarta yang muncul karena kebanyakan pria sekarang berambut pendek. Model trepes ini dibuat dengan cara menjahit langsung mondholan pada bagian belakang blangkon. Selain dari suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), ada beberapa suku laindi Indonesia yang memakai iket kepala yang mirip dengan blangkon jawa yaitu : suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain. Hanya saja dengan pakem dan bentuk ikat yang berbeda-beda.

Obat tradisional Serai

serai memiliki bau yang harum dan memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Karena keharumannya, serai dijadikan bahan baku untuk membuat sabun, lotion atau minyak. Selain dimanfaatkan keharumannya, serai juga bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Anda dapat membuat sendiri serai sebagai obat tradisional seperti sebagai obat batuk, obat sakit gigi, obat maag atau obat keseleo dengan resep berikut.

Serai memliki kandungan antibakteri dan antimikroba sehingga sangat baik untuk mencegah infeksi. Selain itu, terdapat kandungan senyawa analgesik yang berguna untuk meredakan rasa sakit akibat sakit kepala, nyeri pada otot dan sendi. Manfaat lain dari serai adalah dapat digunakan untuk menurunkan panas, meluruhkan dahak, mengobati batuk, obat kumur dan penghangat badan.

 

Khasiat Serai

Jika ingin mencoba sendiri khasiat dari serai, silahkan praktekan resep berikut ini.

Obat Batuk

Jika batuk Anda tidak kunjung sembuh, Anda dapat mencoba resep dengan bahan serai untuk menyembuhkannya.

  • Resep I:

    Rebus 50 gram daun serai kering dalam 2 gelas air. Rebus sampai air menyusut hingga setengah gelas. Minum 3 kali sehari untuk mengusir batuk.

  • Resep II:

    Ambil akar serai sebanyak 5 gram. Cuci hingga bersih kemudian rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Bagi 2 hasil rebusan untuk diminum pada pagi dan sore hari.

Obat Sakit Gigi

  • Resep:

    40 gram daun serai segar direbus dalam 2 gelas air sampai air tinggal ½ gelas. Gunakan air rebusan tersebut sebagai obat kumur untuk mengatasi sakit gigi.

Obat Keseleo atau Terkilir

  • Resep:

    2 batang serai, 3 buah kemiri dan sedikit air ditumbuk . Panaskan diatas api. Setelah cukup panas, tempatkan pada bagian yang terkilir.

Obat Sakit Maag

  • Resep:

    40 gram serai segar rebus dalam 2 gelas air dan biarkan sampai air tersisa ½ gelas. Minum 2 kali sehari untuk mendapatkan khasiatnya.

Obat Pengusir Nyamuk

  • Resep:

    Letakkan daun serai beserta minyak zaitun dalam wadah aromaterapi. Nyalakan lilin yang ada di bawah wadah aromaterapi. Api yang menyala akan membuat wangi daun serai menyebar. Wangi ini tidak disukai nyamuk, sehingga bermanfaat untuk mengusir nyamuk.

Menghilangkan Nyeri dan Penghangat Tubuh

  • Resep:

    Anda dapat mengoleskan minyak serai pada tubuh untuk meredakan rasa nyeri sendi, pegal otot atau sakit kepala. Minyak serai yang diborehkan akan memberikan rasa hangat pada tubuh serta kandungan analgesik yang berguna mengurangi rasa nyeri. Minyak serai dapat dibeli pada apotik atau toko obat.

Perhatikan Hal Berikut saat Menggunakan Serai

Minyak serai terasa sangat panas, Oleh sebab itu, sebaiknya minyak serai tidak digunakan secara langsung karena pada beberapa orang, minyak serai dapat menimbulkan iritasi pada kulit, khususnya jika kulit Anda tergolong kulit sensitif. Untuk menyiasatinya, Anda dapat menambahakan minyak pelarut sebelum digunakan pada kulit agar minyak yang dipakai tidak terlalu pekat. Olehkan dulu pada area kecil kulit dan lihat apakah kulit mengalami iritasi atau tidak. Minyak serai juga tidak disarankan digunakan pada wanita hamil karena dapat meningkatkan denyut jantung secara berlebihan.